السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kamis, 02 Februari 2017

RAJA BHUMIBOL ADULYADEJ: BERKUASA SELAMA 70 TAHUN

Pihak Kerajaan Thailand mengumumkan Raja Bhumibol Adulyadej wafat pada Kamis 13 Oktober 2016. Pemimpin monarkhi terlama di dunia itu menghembuskan napas terakhirnya pada usia 88 tahun setelah sebelumnya sejak pekan lalu ia mendapat perawatan akibat menderita gagal ginjal.

Bhumibol naik takhta pada 9 Juni 1946 menggantikan sang kakak, Raja Ananda Mahidol. Kala itu ia berusia 19 tahun dan tercatat menjadi raja ke-9 dari Dinasti Chakri atau dijuluki pula Raja Rama IX.

Ia berkuasa selama 70 tahun. Dan sepanjang monarkhi Thailand, sosok Bhumibol disebut sebagai satu-satunya raja terpopuler di kalangan rakyatnya.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (13/10/2016) Raja Bhumibol meninggalkan seorang istri, Ratu Sirikit dan empat orang anak. Mereka adalah putra mahkota, Pangeran Maha Vajiralongkorn, Putri Ubol Ratana, Putri Maha Chakri Sirindhorn, dan Putri Chulabhorn Walailak.

Era Bhumibol dimulai ketika Thailand tengah dilanda masa-masa kritis menyusul perkembangan negara itu menjadi monarki konstitusional. Kehadirannya kala itu dianggap sebagai pemersatu bangsa, membangkitkan kembali semangat monarkhi yang dinilai telah lama ditinggalkan.

Konstitusi Thailand menyebutkan, raja adalah kepala negara dan panglima angkatan bersenjata, namun ia juga memiliki sedikit kekuasaan di ranah politik. Faktanya pada hari ini, sosok Bhumibol adalah salah satu tokoh terkuat di negara itu. Ia merupakan pilar stabilitas utama yang terbukti mampu 'menenangkan' krisis politik berdarah di Thailand pada 1973 dan 1992.

Raja Bhumibol tak hanya dikenal dengan kalimat-kalimatnya yang memiliki pengaruh besar, namun juga kebijakan-kebijakannya juga sangat dihormati. Sementara gagasannya sangat mempengaruhi program pembangunan dan kehidupan rakyat Thailand.

Sepanjang memerintah, ia sangat dicintai dan dihormati rakyat Thailand. Bahkan mereka menganggap sosoknya sebagai 'separuh dewa'.

Foto-foto Bhumibol sangat mudah dijumpai di Negeri Gajah Putih, tersebar di mana-mana. Rakyat pun akan membungkuk dan berlutut saat ia muncul.
Share:

SEBUT YESUS MENIKAH, NASKAH INI MASIH DITELITI


Di dalam daun lontar itu dituliskan "Jesus mengatakan kepada mereka 'Istriku' dan... dia akan dapat menjadi murid-Ku'. Kalimat dalam daun lontar itulah yang telah dipercaya ilmuwan sebagai bukti bahwa Yesus pernah menikah dan tidak selamanya membujang.

Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/665273-sebut-yesus-menikah--naskah-kuno-ini-masih-diteliti
Share:

Penemu Benua Amerika bukan Colombus



TURKI (voa-islam.com) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Benua Amerika ditemukan oleh para pelaut muslim pada abad ke-12, hampir tiga abad sebelum Christopher Columbus menginjakkan kakinya di sana. “Kontak-kontak antara Amerika Latin dan Islam berikhwal sejak abad ke-12. Para muslim menemukan Amerika pada 1178, bukan Christopher Columbus,” ujar Erdogan dalam pidato televisi selama konferensi tingkat tinggi para pemimpin muslim dari Amerika Latin di Istanbul, Sabtu (15/11).

Menurut Erdogan, para pelaut muslim tiba di Amerika sejak 1178. “Columbus menyebutkan keberadaan masjid di satu bukit di pantai Kuba,” ujar Erdogan.

Ia mengatakan, pemerintahnya bahkan siap membangun masjid di lokasi yang disebutkan penjelajah Genoa itu. “Saya ingin berbicara tentang hal itu kepada saudara-saudara saya di Kuba. Masjid akan hadir dengan sempurna di bukit itu hari ini,” tutur Erdogan.

Dalam buku-buku sejarah disebutkan, Columbus menginjakkan kaki di benua Amerika pada tahun 1492 karena mencari rute maritim baru untuk ke India. Namun, sejumlah sarjana muslim baru-baru ini mengungkapkan adanya kehadiran muslim lebih dulu di Amerika, meskipun tidak ada reruntuhan bangunan Islam pra-Columbus yang pernah ditemukan.

Mengacu pada catatan harian dari Columbus, sejarawan Youssef Mroueh menulis artikel yang diterbitkan pada tahun 1996 bahwa sebuah masjid ada di Kuba. Artikelnya itu langsung menyulut kontroversi.  Menurut banyak pihak, apa yang diungkapkan Colombus dalam catatan hariannya itu hanyalah referensi metafora untuk bentuk lansekap. (Telegraph/Pur/prib/voa-islam.com)

Senin, 19 Rabiul Awwal 1436 H / 17 November 2014 14:37 wib
Share:

K. H Hasyim Asy'ari Pernah di Malaysia dan pernah dianggap berbuat bid'ah



Siapa sangka K.H Hasyim Asy'ari pernah singgah di Malaysia dan pernah mengajar di sana. Selain itu, beliau pernah dicap bid'ah karena memberlakukan sistem pelajaran umum, tulisan ltin dan lain-lain (sewaktu sudah kembali ke jawa).

Sumber : http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/295-pahlawan/1301-ulama-pembaharu-pesantren
Share:

SAYYIDINA ALI: Negara Kafir dan Adil

SAYYIDINA ALI : Negara yang adil akan kekal sekalipun ia negara kafir. Sebaliknya, negara yang zalim akan binasa sekalipun ia negara Islam

Pernyataan Kang Said juga bukan tanpa dasar. Itu sebenarnya pernyataan Sayidina Ali Ra yang dikutip Ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwa negara yang adil akan kekal sekalipun ia negara kafir. Sebaliknya, negara yang zalim akan binasa sekalipun ia negara Islam CEK
Share:

HADITS HADITS PENTING

1.
نَهَى عَنِ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْعَصْرِ إِلاَّ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ

“Nabi r melarang shalat setelah Ashar kecuali matahari masih tinggi.” Hadits ini tclah dinwayatkan oleh Abu Dawud, marfu’. Shahih.
وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتّٰى تَغْرُبَ الشَّمْسُ

“Tidak ada shalat setelah Ashar hingga terbenam matahari.” Dari Ali.(HR. albaihaqi) shahih.

Memang ada dari Ummu Salamah dan Aisyah t bahwa Nabi r shalat sunnat ba'diyyah Zhuhur dua raka’at justru setelah shalat Ashar. Aisyah menceritakan: "Sesungguhnya Nabi r membiasakannya sejak itu."

"Adapun yang tepat adalah apa yang telah saya kabarkan...." Kemudian dia menyebutkannya dan jalur Syu'bah dari Abi Ishaq dari Ashim bin Dhamrah, yang menceritakan:

"Kami bersama Ali t dalam suatu perjalanan. Dia shalat Ashar bersama kami dua rakaat. Kemudian dia masutk ke kemahnya dan aku melihatnya lalu dia shalat dua rakaat-"

2.
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ وَالنَّاسُ رُكُوْعٌ، فَلْيَرْكَعْ حِيْنَ يَدْخُلُ ثُمَّ يَدُبُّ رَاكِعًا حَتَّى يَدْخَلَ فِي الصَّفِِّ فَإِنَّ ذَلِكَ السُّنَّة

"Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, sementara orang-orang sudah ruku', maka hendaklah ia ikut ruku'. Kemudian sambil ruku' hendaknya ia masuk barisan. Sebab hal itu merupakan sunnah." (thabrani, al ausath)

Dari Abu Umumah bin Sahal bin Hanif, bahwa ia melihat Zaid bin Tsabit memasuki masjid. sementara Imam sedang ruku’. Lalu beliau berjalan mendekati shaf dalam keadaan ruku’. Beliau bertakbir lalu ruku' kemudin melangkah dalam keadaan ruku hingga sejajar dengan shaf
 زَادَكَ اللهُ حِرْصًا وَلاَ تَعُدَّ               

"Semoga Allah menamhahkan semangat tinggi padamu. Dan jangan kamu ulangi."

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dauud. Ath-Thahawi. Imam Ah­mad. Al-Baihaqi dan Ibnu Hazem. dari hadits Abu Bakrah. bahwa Abu Bakrah datang, nam tin Rasulullah r telah ruku'. Lalu Abu Bakrah pun ruku’ sebelum mencapai shaf dan berjalan menuju shaf. Ketika beliau Rasul telah menyelesaikan shalatnya. beliau bertanya: "Siapa di antara kalian yang ruku' sebelum mencapai shaf lalu berjalan menuju shaf?" Abu Bakrah menjawab: "Saya wahai Rasu.”, Beliau pun bersabda: (Kemudian perawi menyebutkan sabda Nabi di atas).

Beliau mendengar suara terompah Abu Bakrah. yang tampaknva sedang berlari (tergesa-gesa). Abu Bakrah ingin mendapatkan raka'at itu. Sehingga tatkala beliau selesai shalat beliau bersabda: "Siapa yang berjalan cepat tadi?'" Ahu Bakrah menjawab: "Suya wahai Rusul". Beliau bersabda: (Kemudian Imam Ahmad menyebutkan sabda Nabi di atas).

3.
لاَاَشْبَغَ اللهُ بَطْنَهُ . يَعِنِى مُعَاوِيَةُ

“Semoga Allah tidak akan mengenyangkan perutnya, yakni perut Mu’awiayh.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thayalisi di dalam kitab Musnad-nya (2746), ia memberitahukan, “Saya mendapatkan hadits dari Hisyam dan Abu Awanah dari Abu Hamzah Al-Qashlab, dari Ibnu Abbas:

“Rasulullah e memanggil Mu’awiyah untuk menuliskannya. Lalu ada yang berkata kepada beliau, “Dia sedang makan.” Kemudian memanggilnya untuk kedua kalinya. Tetapi orang itu juga berkata, “Dia sedang makan.” Lalu Rasulullah bersabda: (kemudian perawi menyebutkan hadits di atas)

اَوَمَا عَلِمْتِ مَاشَرَطْتِ عَلَيْهِ رَبِّى ؟ قُلْتُ : اَللَّهُمَّ اِنَّمَا اَنَا بَشَرٌ ، فَاَتُى الْمُسْلِمِيْنَ

لَغَنْتَهُ اَوْسَبَّيْتَهُ فَاجْعَلْهُ زَكَاةً وَاَجْرًا .

“Apakah engaku tidak tahu isi perjanjian yang telah saya buat dengan Tuhan saya? Saya memohon. “Ya Allah, saya hanya seorang manusia. Muslim manapun yang telah saya laknat dan saya caci, jadikanlah hal itu sebagai zakat (pemberian) dan pahala baginya.”

Hadits ini dan hadits oleh Imam Muslim

4.
 مَا مِنْ صَلاَةٍ مَفْرُوْضَةٍ إِلاَّ وَبَيْنَ يَدَيْهَا رَكْعَتَان

“Tidak ada shalat furdhu. kecuali sebelumnya ada dua raka 'at."

Hadits ini ditahrij oleh Abbas At-Tarqufi di dalam kitab haditsnya (Q.14/1). Ibnu Nasher di dalam Qiyamul-Lail (hal. 26). Ar-Ruyani di dalam Musnad-nya (Q. 1/238). Ibnu Hibban di dalam kitab Shahih-nya (hadits no. 615), Ath-Thabrani di dalam Al-Mu'jamid-kabir (juz II/210/69), lbnu Adi di dalam Al-Kamil

صَلُّوْا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ . ثُمَّ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ خَافَ أَنْ يَحْسِبَهَا النَّاسُ سُنَّةً

"Shalatlah dua raka'at sebelum Maghrib." Kemudian beliau ber­sabda untuk yang ketiga kalinya ''Bagi siapa saja vang menghendakinya. Beliau khawatir manusia akan menganggapnya sunnah."

Hadits ini ditakhrij oleh lbnu Nasher di dalam Qiyamul-Lail (28)

5.
أَلاَ إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوْا عَلٰى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً وَإِنَّ هٰذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقَ عَلٰى ثَلاَثَ وَسَبْعِيْنَ ثِنْتَانَ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارُ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ .

"Ingatlah, bahwa Ahlul Kitab sebelum kamu berpecah belah menjadi tujuh puluh dua sekte. Umat saya ini a/can berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga sekte. Tujuh puluh dua masuk neraka, sedang satu-nya masuk surga, yaitu Al-Jamaah. "

Hadits ini ditakhrij oleh Abu Dawud (2/503-504)

6.
تَعَلَّمْ كِتَابَ الْيَهُوْدِ فَإِنِّي لاَ آمَنُهُمْ عَلَى كِتَابِنَا

“Pelajarilah kitab Yahudi sesungguhnya aku tidak mempercayai sikap mereka terhadap kitab kita.”
“Telah memerintahkan kepadaku Rasulullah agar aku mempelajari bahasa Suryani.”
 
Saya menemukan, Imam Ahmad (182/5) dan Al-Hakim

7.
إِنَّ أَوَّلَ شَيْءٍ خَلَقَهُ اللهُ تَعَالٰى الْقَلَمُ وَأَمَرَهُ أَنْ يَكْتُبَ كُلُّ شَيْءٍ يَكُوْنُ.

“Sesungguhnya yang pertama kali Allah I ciptakan adalah Al-Qalam. Dan Dia memerintahkan untuk menulis tiap-tiap sesuatu yang ada.”Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la (1/126) dan Al-Baihaqi dalam Al-Asma’ wash-Shifat (hal. 271).
Share:
TERIMA KASIH, DAN SELAMAT DATANG